TRACKSound
3 Arsitek yang Pegang Kendali | radiYO Ep.15 | ARCH:ID Curators
About this track
Kurator ARCH:ID 2026 dibilang bikin acara yang terlalu festive, katanya kayak dunia fantasi. Ada juga yang nyebut ARCH:ID tahun ini terlalu business oriented. Ar. Afwina Kamal (Hadiprana Design), Ar. Trianzani Sulshi (Studio Aliri), dan Ar. Dhanie Syawalia (Dhanie & Sal) langsung jawab semuanya di episode radiYO kali ini. Mereka cerita kenapa 20% dari 18.000 m² area pameran sengaja dikasih buat ruang publik, padahal itu artinya ngurangin area yang bisa dijual. Mereka juga bahas kenapa ARCH:ID sekarang terbuka buat pengunjung umum, bukan cuma arsitek, dan kenapa itu justru hal yang baik buat perkembangan arsitektur Indonesia. Ada cerita soal drama di lapangan, mulai dari tower yang harus digeser karena jaraknya kurang, sampai gimana mereka jadi mediator kalau ada exhibitor yang berantem. Kurator juga cerita posisi mereka sebagai gatekeeper yang harus objektif, nggak boleh berpihak ke brand manapun. Kalau kamu penasaran gimana kurator ARCH:ID mempertanggungjawabkan semua keputusan itu, tonton episode ini sampai habis. -- 0:00 Intro & Perkenalan Kurator Arch:ID 4:54 Tugas Utama Kurator: Menjaga Tema, Layout, dan Narasi 6:12 Perbedaan Curated Booth vs Special Design 8:36 Peran Kurator sebagai "Gatekeeper" dan Melebarkan Scope 16:37 Proses Kurasi: Presentasi One-on-One via Zoom 19:30 Bayangan Arch:ID Tanpa Kurator: Sekadar Pasar Material 24:57 20% Area untuk Ruang Publik: Strategi "Game Changer" 27:56 Studi Kasus Keributan: Gangway Terlalu Sempit 36:32 Realita Hari-H: Lebih Sibuk dari Masa Kurasi 38:37 Kriteria Penilaian Best Curated Booth 44:32 Diagnosa Umum: "Exhibitionism" dan Logo Kebesaran 51:17 Menanggapi Kritik "Terlalu Festif" di Media Sosial 1:03:27 Klarifikasi Tuduhan "Business Oriented" 1:11:16 Tantangan Terbesar: Manajemen Konflik dan Fleksibilitas 1:16:13 Makna Personal: Self-Actualization dan Self-Learning
From the album
Mario Wibowo61 tracks · Track 54talkshow-style show featuring casual conversations & everyday life stories...
→










